Asal Usul Suku Tidore

Asal Usul Suku Tidore

Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu kota di provinsi Maluku Utara,Kota yang punya rempah yang banyak dan keasrian hutannya yang masih terjaga. Kota ini memiliki luas wilayah 1.550,37 km persegi yang menjadikannya situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 diIndonesia setelah Kota Palangka Raya dan Kota Dumai. Kota Tidore dipimpin oleh wali kota Captain Ali Ibrahim dan wakil wali kota Muhammad Senin (2016 – 2021).

Asal Usul Suku Tidore

Tidore memiliki daratan geografi yang terdiri atas 11 pulau yaitu Pulau Tidore, Mare, Maitara, Failonga, Sibu, Woda, Raja, Guratu, Tameng, Joji, dan Taba. Dari 11 pulau tersebut, Hanya beberapa saja yang ditempati oleh para warga yaitu Pulau Tidore, Mare, Maitara, dan sebagian wilayah yang berada di Pulau Halmahera.

Wilayah Kota Tidore Kepulauan berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Barat di sebelah utara, Kabupaten Halmahera Selatan di sebelah selatan, Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah di sebelah timur, dan Kota Ternate di sebelah barat.

Asal Nama Tidore

Nah apakah kalian tahu nama asli sebelum nama Tidore? Ya nama Tidore tidak di peroleh secara langsung nama asli sebelumnya adalah Kie Duko .yang berarti pulau yang bergunung api. Penamaan ini sesuai dengan kondisi topografi Tidore yang memiliki gunung api bahkan tertinggi di gugusan kepulauan Maluku yang mereka namakan Gunung Marijang. Saat ini, gunung Marijang sudah tidak aktif lagi.

Nama Tidore berasal dari gabungan dua rangkaian kata bahasa Tidore dan Arab dialek Irak, yaitu To ado re, artinya, ‘aku telah sampai’ dan bahasa Arab dialek Irak anta thadore yang berarti ‘kamu datang’. Penggabungan dua rangkaian kata ini untuk menghormati jasa Syekh Yakub, utusan dari kerajaan Abbasiyah, Irak yang berhasil mendamaikan perseteruan dua suku di daerah tersebut. Kie Duko

Festival tahunan di Tidore.

Festival Tidore tahun ini memasuki tahun ke-9 dan telah menetapkan ada tiga top event. Di antaranya Parade Juanga, yakni keliling pulau dengan kapal formasi perang oleh sultan dan bala tentaranya pada 10 April. Kedua, Perjalanan Paji berupa keliling pulau di darat dengan para ketua suku formasi perang menceritakan revolusi Sultan Nuku pada 11 April.

Terakhir, ada Kirab Agung Kesultanan Tidore yang disinergi dengan pembukaan Museum Maritim Dunia di Kedaton Tidore.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.