Mengenal Suku Majapahit Di Bali

Suku yang mendiami Pulau Dewata, Bali, ada sebernya ada beberapa, tetapi secara umum, dapat dikatakan ada dua suku mayoritas. Pertama, suku Bali Aga, dan kedua suku Bali Majapahit. Selain suku Aga yang ada di Bali, ada pula suku Bali Majapahit. Suku ini berasal dari pendatang Jawa yang sebagian besar tinggal di Pulau Bali khususnya berada di dataran rendah. Suku tersebut mendiami kerajaan yang menjadi cikal bakal agama hindu yang berkembang pesar dalam bali. Dari situ agama yang menjadi mayoritas di pulau tersebut menjadi tersebar.

Suku Bali Majapahit ini boleh dikatakan lebih banyak daerah pendudukannya. Dan umumnya mereka mendiami daerah-daerah pesisir pantai dan menguasasi daerah-daerah atau kantong-kantong pariwisata yang ada di Pulau Dewata. Karena dengan banyak nya orang yang mendiami pulau tersebut. Orang di sana memiliki kepercayaan yang sangat kental dan budaya yang masih sangat di pertahankan pada pulau bali.

Dalam bahasa Bali, Suku Bali disebut sebagai Wong Bali, Anak Bali, atau Krama Bali. Suku ini adalah kelompok etnis mayoritas di Pulau Bali. Jumlah populasi Suku Bali yang tinggal di Pulau Bali sekitar 3,3 juta jiwa. Sementara ada sekitar 600.000 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah di tanah air.  Walau bali di sebut pulau slot gacor terbaru dengan penduduk yang mengandalkan pariwisata sebagai tujuan utama nya. Bali menjadi sebuah aset yang besar dalam negara indonesia karena dengan pariwisata yang sangat memanjakan turis untuk berkunjung.

Penduduk asli suku Bali Aga ini bermukim di pegunungan karena masyarakatnya menutup diri dari pendatang yang mereka sebut dengan Bali Hindu, yakni penduduk keturunan Majapahit. Selain itu, masyarakatnya juga menganggap bahwa daerah di pegunungan ialah tempat suci karena daerah tersebut banyak sekali puri dan kuil yang dianggap suci oleh masyarakat Bali.

Keturunan Austronesia

Jauh sebelum terbentuknya masyarakat Bali keturunan Majapahit (Wong Majapahit), masyarakat Bali diperkirakan konon berasal dari keturunan “Austronesia”. Mereka telah tinggal secara berkelompok dengan pemimpinnya masing-masing di wilayah Bali.

Kelompok-kelompok inilah yang kemudian menjadi beberapa desa di Pulau Bali. Mereka adalah orang Bali Aga yang dikenal dengan nama Pasek Bali.

Rumah Adat Bali

Rumat adat Suku Bali dibangun dengan mengacu pada keselarasan hubungan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Konsep pembangunannya bernama Asta Kosala Kosali. Keselarasan 3 aspek itu disebut dengan Teri Hita Kirana. Penataan pembangunan dilandaskan pada anatomi tubuh manusia. Pengukurannya pun menggunakan satuan tersendiri yang dihitung dengan ukuran bagian tubuh.

Migrasi Penduduk Kerajaan Majapahit

Gelombang ketiga sekaligus yang terakhir adalah leluhur masyarakat yang berasal dari Pulau Jawa. Setelah Raja Majapahit Hayam Wuruk wafat, masa kejayaan Majapahit tak berlangsung lama mengalami keruntuhan. Hal ini juga dibarengi dengan persebaran agama Islam pada abad ke-15. Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam berusaha menaklukkan Majapahit yang merupakan kerajaan Hindu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.