Suku Buton, Suku Asli Indonesia Yang Memiliki Mata Biru

Suku Buton, Suku Asli Indonesia Yang Memiliki Mata Biru

Sebagian besar orang Indonesia di dominasi dengan kornea berwarna hitam atau cokelat dan berkulit sawo matang atau kuning langsat. Sedangkan sebagian besar orang Eropa memiliki warna kornea biru dan berkulit putih. Namun login sbobet ada sebuah fenomena unik, mereka bukanlah orang Eropa melainkan asli penduduk Indonesia.

Suku Buton, Suku Asli Indonesia Yang Memiliki Mata Biru

Ada salah satu suku dengan ciri fisik khas yang cukup berbeda dari suku lain di Indonesia. Mereka memiliki mata berwarna biru berkilau di antara warna kulit cokelat mereka. Mereka adalah masyarakat dari Suku Buton. Mereka terletak di wilayah Sulawesi Tenggara Indonesia tepatnya di Pulau Buton.

Suku buton menjadikan perikanan sebagai bentuk mata pencaharian utama mereka. Karena suku buton masih memiliki budaya kental yang di turunkan dari satu generasi ke generasi, keberadaan mereka menjadi salah satu daya tarik utama bagi para turis lokal dan internasional.

Secara fisik dan karakteristik suku Buton mirip seperti orang orang Kaukasoid, khususnya pada bagian mata mereka. Warna mata yang secara turun temurun di wariskan dalam suku tersebut pernah di duga hasil perkawinan silang orang lokal dengan bangsa Portugis.

Akan tetapi, warna kulit dan rambut yang masih menunjukkan ciri khas yang di miliki orang Indonesia, membuat dugaan ini di ragukan. Ternyata mata biru yang mereka miliki ialah sebuah sindrom turun temurun dari nenek moyang mereka. Penyakit langka ini disebut Sindrom Waardenburg.

Kelainan pigmen terjadi pada penderita Sindrom Waardenburg. Warna mata, kulit dan rambut akan terlihat berbeda situs slot online terbaru dengan penduduk asli sekitarnya. Biasanya sindrom ini di alami 1 dari 42.000 orang. Bahkan penderita sindrom ini pun belum tentu memiliki keturunan anak yang memiliki mata berwarna biru juga. Sehingga hal tersebut membuat sindrom ini menjadi kejadian yang langka.

Selain itu, kelainan yang bersifat autosomal yang di tandai dengan gangguan pada sistem pendengaran. Pada umumnya pengidap sindrom ini memiliki pendengaran yang normal. Kehilangan pendengaran total umumnya di dapatkan sejak lahir. Gangguan pendengaran ringan hingga berat dapat terjadi pada salah satu atau kedua telinga sekaligus.

Karena keunikan warna mata mereka di sebabkan oleh kelainan genetika, maka terdapat efek samping yang menyertainya. Efek samping tersebut berupa peningkatan sensitivitas mata terhadap cahaya pada pengidap sindrom, yang merujuk pada photophobia.

Pencahayaan berlebih sangat mempengaruhi mata warga suku Buton. Mata mereka akan berair jika terpapar cahaya berlebihan. Sekian penjelasan dari Suku Buton yang memilki mata biru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.